FSLDIK dan Jarsus Kaderisasi

Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus dilatar belakangi oleh kesadaran akan kesinergisan dakwah di UGM. Logikanya, arah perjuangan SKI-JS adalah sama, disisi lain SKI maupun JS memiliki kendala-kendala diperjalanan karyanya yang disebabkan oleh faktor INternal maupun eksternal. so, nilai strategis FSLDIK sebenarnya adalah sejauh mana FSLDIK dapat dimanfaatkan untuk mengisi ruang-ruang kekurangan tadi, baik karena faktor internal lembaga atau eksternal. Hal strategis lain adalah FSLDIK mampu melaksanakan efisiensi gerakan. jika segment dan substansi sama, lewat FSLDIK sebenarnya kita dapat melakukan kegiatan atau gerakan secara bersama, sehingga lebih efisien di segala aspek.

berkaitan dengan jarsus kaderisasi,sebenarnya tidak jauh berbeda jika kita berbicara hal2 strategis dari keberadaan jarsus. hal yang kita lakukan sama, yakni membentuk orang “baik” untuk mengisi ruang lembaga secara pragmatis, dan di jangka panjangnya untuk mengisi ruang2 kehidupan. Jika ada sebuah analisis yang mengatakan bahwa jumlah penduduk dunia adalah sebesar ………..maka, pertanyaannya adalah lebih banyak mana antara orang baik atau orang buruk, antara pahlawan, para mustadz’afuun atau para monster. semuanya saling berlomba memenangkan pertarungan kaderisasi. jika orang2 kampus lebih banyak orang yang tidak tersentuh oleh Islam, maka kita bs tahu orang seperti apa yang akan mengisi negara dan kehidupan negara ini kelak. maka kerja2 besar kaderisasi kita sebenarnya dituntut oleh umat masa depan. jika umat masa depan melihat disekitar mereka berupa orang-orang monster, maka pasti ada permasalahan dng dakwah dan kaderisasi tempo dulu.

dalam MUBES FSLDIK kemarin dihasilkan sebuah arahan kerja jarsus FSLDIK selama setahun kemudian. apa saja isi arahan kerja itu, anda bisa melihat di file2 yang sudah dipersiapkan.
Arahan Kerja didapatkan dari sebuah analisis sosial. ada 2 buah kacamata analisis, dilihat dari sisi internal kaderisasi lembaga dan dilihat dari permasalahan jarsus kaderisasi sendiri. Secara General, Internal Kaderisasi lembaga memiliki permasalahan berupa pemahaman yang kurang terhadap DKB (Draft Kaderisasi Bersama) yang menjadi standar kaderisasi, Permasalahan Managerial Kaderisasi. Permasalahan Jarsus terletak pada belum fahamnya orientasi jarsus, sehingga muncul adanya salah persepsi ttg jarsus.

dari beberapa arahan kerja yang ada, PR selanjutnya adalah memetakan gerakan2 strategis jarsus Kaderisasi FSLDIK, yang nantinya lebih mirip sebagai program kerja. Program kerja = gerakan sistematis menyelesaikan masalah2 yg sudah di analisis tadi, yang jelas arah dan target gerakannya. faham???

Tinggalkan Balasan