dari Zainurrahman

06 Dec 08

Jika Anda hanya menegaskan transendensiNya, Anda membatasiNya,

dan jika hanya menegaskan imanensiNya, Anda membatasiNya,

Jika Anda memelihara kedua aspek itu, Anda benar.

Siapa yang mengatakan Dia dua hal, adalah musyrik.

Sementara orang yang mengucilkanNya, coba untuk mengaturNya.

Hati-hati dalam memperbandingkanNya jika Anda penganut dualitas,

dan jika kesatuan, hati-hati menjadikanNya transenden.

Anda bukan Dia, dan Anda adalah Dia,

dan Anda melihatNya dalam esensi yang terikat dan terbatas

(Ibn Arabi, Fusus Hikam:98)

Satu Tanggapan ke “dari Zainurrahman”

  1. mujibahmad Berkata:

    aku tak begitu memahami awalnya, ku belum mempelajari apa itu manusia dan sejarah manusia. Waktu itu, ku takpeduli maknanya. Tapi yang mendominasi hatiku adalah perasaan rindu yang meluap. Rindu dengan sosok khas itu. Muhammad Zainurrahman. filsuf kecil. Dulu kami sering janjian ketemu hanya untuk duduk di lantai atas Jama’ah Shalahuddin (dulu perpust yang sepi dan tak berpenghuni) berdiskusi tentang Tuhan, tentang Salafi, tentang dakwah…kacamata filsuf pasti..

Tinggalkan Balasan