jatah sejarah

“jib, saya bingung, keluargaku kena musibah lagi. Adikku kena tumor dan harus segera dioperasi. Keluargaku baru tahu itu tumor. Saya kemungkinan besar harus segera lulus Agustus nanti biar langsung bisa cari uang.” cerita sahabatku gagap disertai wajah yang tampak kuyu. Kurus sekali. Langit sore tampak mendengarkan dan tak kuasa membendung kekalutannya. Tubuhkupun terdesak tangis yang mendalam. “Allahu Robbi. Kuatkan kami.” batinku. Sejenak, tubuh kurus itu tampak tabah. Tak ingin dia memberatkanku dengan persoalan yang ia hadapi, itu katanya. Semburat senyum kuhadiahkan kepadanya meski tampak tak berbentuk. Pucat dan pasi. Kutahu pasti dirinya yang begitu luas jiwanya. Batinnya begitu tegar.

Tak lama, Sony Erricson merusak lamunanku dengan alunan ringtone yang dikeluarkannya. “mas, aku jatuh cinta!!!! bagaimana ini?” sontak kuingin berteriak histeris membaca sms itu. Masalah yang sangat kontras dengan yang kudapati pagi tadi. Kubingung, bukan karena tidak tahu bagaimana menghadapi ini. Akan tetapi, kukehabisan raut muka karena sudah kuberikan kepada adek2 yang sms serupa 2-3 hari yang lalu. Musim kawin apa y? batinku. Ini memang persoalan cukup serius. Kemarin saja, karena cinta ini, temanku itu tak mampu meredamnya sampai terdorong untuk mengkhitbah akhwat. Kasus akhwat juga mencengangkan, bagaimana bisa memintaku untuk mengadvokasi si ikhwan apakah ia ikhwan baik-baik? haha…

Belum lagi masalahku pribadi yang menggumpal tak terurus. Gumpalan itu kini ingin membunuhku. Berat sekali. Diriku yang mulai besok harus bisa mencari makan dan minum sendiri, ditambah biaya kuliah yang nunggak, tak terbayar, dan tak bisa ujian. Jumlah SKS yang tak mampu sesuai standar minimal, dan ancaman psikis yang kuhadapi disekitarku. Hutang luar negeri yagn jatuh tempo serta sejumlah peluang yang sangat sukar untuk kuperoleh. Duh, begitu beratnya hidup?

lalu, rambutan merah diatas pohon itu membuatku melamun, merenung. Ada serangga yang menginginkannya, akan tetapi ada pemilik pohon yang dari tadi menginginkannya juga. “cepet diambil, ntar busuk” katanya. Seranggapun punya masalah. Belum lagi para koruptor itupun punya masalah. Anak-anak palestina itupun punya masalah besar. Para Muslimin sedunia juga punya masalah serius. Diriku dan sahabatku tadi memiliki problem kompleks juga..

Dan, ketika mendalami terminologi batin kehidupan, kita akan tahu bahwa permasalahan hidup adalah jatah perjalanan sejarah.

Dan, ketika mendalami hakikat penciptaan, kita akan dapati pengaruh hati yang kan menentukan respon masalah. Kita pun dapati fungsi akal yang kan pecahkan masalah. Fungsi indera yang menangani masalah. Dan semuanya selalu begitu.

Lalu, kita akan tersontak ketika mendalami Islam; ada hukum keterikatan hati-akal-jasad yang merupakan jawaban dari hukum penciptaan tadi. “Mengelola ketidaksempurnaan…”

Satu Tanggapan ke “jatah sejarah”

  1. arohmanpanji Berkata:

    subhanallah

Tinggalkan Balasan