Januari 28, 2009

“Allahumma taqabbal minni fiqh wa takhrij hadits wa tauhid wa dirasatul asanid wa manahij mufassirin wa Siroh wa khitobah tsumma najjahna fi kuliyyati.”


lagi semangat and emosional

Januari 28, 2009

apakah semua kader mendengar???
tentang generasi emas itu..diwilayah kita, diruang lingkup dakwah kita…

BEM KM zaman pak romi..
banyak tokoh lahir dari sana..
satu image yang kudu ditanamkan..
TOTALITAS!!
sebuah perdagangan yang luar biasa..
romi, budi, susilo…
kurasakan heroiknya ketika mendengar cerita tentang nya…

fase dakwah ilmiy itu fase..
yang hanya berfungsi untuk memperbaiki dan mengokohkan..
tapi yang terjadi adalah pragmatisme kader!!!!

maka yang harus dilakukan adalah mencoba benar2 mentransformasikan masa lalu itu kedalam gerakan ke depan..
agar sekali lagi kita hanya menutupi kesalahan, bukan menghilangkan kebaikan2 tempoe dulu..

tempo dulu totalitas dan yakin akan pertolongan Allah begitu kuat.
yang terjadi sekarang adalah polesan kaderisasi yang takut akan miskin dan kebuntuan masa depan!!!!

sesungguhnya kebutuhan dakwah akan profesi ini tidak menutup totalitas dan semangat pengorbanan itu..


jatah sejarah

Januari 14, 2009

“jib, saya bingung, keluargaku kena musibah lagi. Adikku kena tumor dan harus segera dioperasi. Keluargaku baru tahu itu tumor. Saya kemungkinan besar harus segera lulus Agustus nanti biar langsung bisa cari uang.” cerita sahabatku gagap disertai wajah yang tampak kuyu. Kurus sekali. Langit sore tampak mendengarkan dan tak kuasa membendung kekalutannya. Tubuhkupun terdesak tangis yang mendalam. “Allahu Robbi. Kuatkan kami.” batinku. Sejenak, tubuh kurus itu tampak tabah. Tak ingin dia memberatkanku dengan persoalan yang ia hadapi, itu katanya. Semburat senyum kuhadiahkan kepadanya meski tampak tak berbentuk. Pucat dan pasi. Kutahu pasti dirinya yang begitu luas jiwanya. Batinnya begitu tegar.
Baca entri selengkapnya »


EKSES

Januari 8, 2009

Langit sore waktu itu tampak bermerah senja. Pekat sekali warnanya. Anak-anak Salman Al Farisi masih saja bermain riang tak tahu waktu. Sedang motor tuaku dengan tenang berjalan pelan menuju rumah kontrakanku, M-Top. Dari sebrang sana nampak nenek beserta rukuh lengkapnya yang rapat sedang menatap lekat beberapa anak-anak bermain. Menanti adzan maghrib.
Royyan, pemuda junkies itu menyapaku tanpa senyum. Badan kurusnya sedang sibuk mengotak-atik catur bersama lawan mainnya, Rohman. Sejenak kurebahkan tubuh lelahku disofa lusuh itu.
“dari mana jib?” Tanya wiraharja
“biasa” jawabku enteng
Baca entri selengkapnya »


pidato sejarah

Januari 6, 2009

satu muka meminta perlindungan emosional…
satu wajah lain menghampiri dan mengharap jawaban intelektual
muka dan wajah tak sama kebutuhannya, tapi membutuhkan jasad, jiwa, dan manusia yang sama…manusia yang utuh itu..

ini bukan beban..bukan tugas ah,..

konteks kita adalah dakwah…yang ada hanya visi dan kita jalankan dng teratur..

sakit ditengah jalan adalah obat yang Allah turunkan agar kita mampu mengarungi hari yang lebih berat…

pekerjaan kita itu tak sekedar mendengar, tersenyum lalu memuji…

tapi jauh lebih penting adalah mengikat jiwa dengan misi…